Posted by: Warna-warni Bumi | 2009, November 15

Agar Tak Dicintai??

-Agar Tak Dicintai-

Salah satu kebutuhan jiwa adalah penghargaan.

Mengharapkan penghargaan memang tidak baik.
Yang penting bagi kita adalah bersikap dan berprilaku yang pantas untuk dihargai.

Nah, pagi ini saya teringat dengan keluh kesah teman-teman, terutama wanita.
Mereka mengeluhkan pasangannya yang kurang setia. Padahal, wanita ini sudah banyak berkorban.

“Bagaimana saya tidak sakit hati, saya sudah setia, saya korbankan segalanya untuk dia, eh dia malah menyakiti hati saya.”

Bibi saya pernah menasehati saya.
Saya diajarkan untuk bersikap baik dalam menjalani kehidupan, bahwa ‘kalau kamu dihargai bukan karena apa-apa, tetapi kamu memang pantas dihargai.

Kamu tidak dinilai karena kepintaranmu, tapi karena kebaikan yang kamu lakukan.
Nanti, meskipun kamu sudah kaya, nilaimu bukan pada harta yang kamu miliki…”

Apa hubungannya dengan keluh kesah teman tadi?

Setelah saya mengamati, ternyata kebanyakan wanita yang berkeluh kesah itu rata-rata wanita yang cantik. Dan mereka begitu memperhatikan perawatan agar tetap cantik.

Nah, kecantikan itulah yang sebenarnya menjadi masalah.
Mereka mengandalkan kecantikan sebagai daya tariknya.
Yang lebih parah lagi, budaya kita bahkan budaya dunia, sedang mengarahkan wanita untuk berlomba-lomba menampilkan daya tarik fisiknya.

Kita dapat melihatnya setiap saat di sudut-sudut jalan, terpampang lewat iklan-iklan, terlebih di televisi.

Secara tidak langsung kita diberitahu bahwa “harga wanita” itu terletak pada daya tarik fisiknya.

Dan ternyata, budaya untuk menghargai fisik itu sudah bekerja pada kebanyakan laki-laki. Sudah bekerja dan berhasil.

Para lelaki bila melihat wanita lebih banyak ke sisi fisiknya, lebih spesifik lagi – maaf – ke sisi seks. Jadi tidak ada nilai lebih bagi wanita kecuali hal-hal yang tadi disebutkan.

Padahal, ketertarikan lelaki pada sisi fisik biasanya hanya berlangsung beberapa saat saja. Itulah mengapa, banyak wanita cantik yang ditinggalkan. Karena memang para lelaki cepat mengalami kebosanan.

Lalu, setelah lelaki itu tidak lagi melihat kecantikan -karena bosan – apa lagi yang hendak ia cari pada wanita itu? Tidak ada. Maka, mereka mencari wanita lain yang dianggapnya lebih cantik. Demikian seterusnya…

Maka sebenarnya, hubungan lelaki dan wanita dengan frame seperti di atas tidak berdasarkan landasan cinta. Tak ada cinta sama sekali.

Sesungguhnya para wanita yang mengandalkan daya tarik fisiknya tidak sadar bahwa sesungguhnya mereka tidak dicintai.

**
Cinta itu hanya tumbuh lewat kebajikan. Pengorbanan. Ketulusan. Ketabahan.
Daya tarik fisik memang tidak dapat dikesampingkan, tetapi itu bukan hal yang utama. Itulah yang saya rasakan selama ini.

Kitalah yang sebenarnya tidak menghargai diri kita sendiri.

*Ini hanya pandangan pribadi.

Sumber:
http://ayash2000sastra.multiply.com

~abis nemu di sent item email lagi~


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: