Posted by: Warna-warni Bumi | 2009, November 15

Aku Tidak Menyesal Menjadi Wanita!

AKU TIDAK MENYESAL MENJADI WANITA!

“Enak amat ya jadi lelaki kalau menerima warisan mereka lebih banyak daripada wanita.”

Hehe…tadi aku pengen ketawa tuh wkt denger itu dari mulut temenku. Dia mengeluh dengan posisinya sebagai wanita. Meskipun sebetulnya aku juga patut ditertawakan ketika dulu pernah berucap begini: “Susah menjadi wanita!! Ribet karena aurat yg mesti dijaga lebih banyak dibanding lelaki.” Ya…Keluhan yang sama, seolah menyesali diri sebagai wanita.

Keluhan dan gerutuan yang kadang disuarakan dalam bentuk demo. Ramai-ramai turun ke jalanan. Bawa poster. Bawa spanduk. Teriak2 berorasi menyuarakan ketidakadilan atas wanita dari pria, menuntut kesetaraan gender. Orator nya berapi-api menyerukan bahwa wanita tak lebih hanya sebagai pelayan suami, pelayan anak-anak dan pelayan rumah tangga. Astagfirullah! Setelah dipikir2 kok lama-lama aku merasa seperti ada yang salah dari apa yang disuarakan itu. sikap para wanita itu lebih terlihat sebagai sikap penyesalan. Ya mereka seolah menyesal” telah menjadi wanita. Benarkah ada wanita menyesal menjadi “wanita”? ada saja. Lihat saja tuh, banyak yang teriak minta: MERDEKAKAN WANITA!!

Aku sih suka dgn yang namanya kemerdekaan. Suka banget malah. Tapi kemerdekaan seperti apa yang mestinya di tuntut. Jangan cuma bisa menuntut tapi tak bisa melihat hal sebaliknya dari apa yang dituntut. Ingat neng….ingat mbak…ingat bu….(sambil nunjuk ke diri Rien sendiri!). Jangan cuma melulu menyebut kekurangan, siapa tahu apa yg kurang dlm diri kita sebagai wanita justru adalah kelebihan yang tidak kita sadari (ini nasihatin diri sendiri nih).

Sering banget kan kita mendengar ada yang mengeluh begini:

“suami mana tahu rasanya menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak?”

Padahal bu ustadzah di mesjid sebelah pernah bilang bahwa wanita yang kesusahan mengandung dan melahirkan setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

Atau mungkin pernah denger ini:

“Capek deh jadi wanita kalo tiap keluar rumah harus selalu minta izin suami. Sedang mereka kalo mau keluar rumah tak perlu melakukan itu. dan rasanya kok ga adil banget ya, masa wanita wajib taat ke suami, sementara suami tak perlu taat pada isterinya.”

Sewaktu ini kutanyakan pada seorang guru, jawabnya gini: “ wanita itu memang wajib taat kepada suami, tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya.

Ada banyak sekali gerutuan wanita ttg laki-laki yang sering kita dengar dan baca, misalnya seperti ini:

”enak bener ya ibadahnya laki-laki. Ibadat kita sebagai wanita berkurang karena adanya masalah haid dan nifas yang tidak dialami oleh lelaki”

“wanita kalo bersaksi kok saksinya kurang dibanding lelaki?
”kok bisa sih talak hanya terletak di tangan suami dan bukan isteri.”

Ah..kadang kita tak melihat hal sebaliknya pada laki-laki. Aku pernah mendengar seorang ustad berkata, “apa kalian tidak tahu wahai wanita…bahwasannya laki-laki itu di akhirat kelak akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Dan bukankah seorang wanita boleh memasuki pintu syurga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga kehormatannya. Tahukah kalian wahai wanita, bahwa seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Hmmm…aku jadi ingat keluhan temanku pagi tadi. Dia mengeluhkan bagian warisannya yang lebih sedikit daripada saudara laki-lakinya. Nah, barusan seorang sahabat yg kebetulan pandai ilmunya berkata padaku tentang masalah ini, katanya, “meski bagian si wanita (temanku) cuma sedikit tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan, ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

Ok lah, hari ini aku dapat pelajaran baru dari gerutuan temanku itu. Dan merasa bahagia terlahir sebagai wanita…

Jangan pernah menyesal menjadi wanita!!! Hidup WANITA! *lebaaaayyy*

“Dunia adalah perhiasan, sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita sholehah” (H.R. Muslim)

~Katerina 01 Sept 09~

Penulis: http://katerinas.multiply.com

ChocoMULatooo: Masing-masing kita punya kelebihan & kekurangan masing-masing. Maka kuatkanlah kelebihan-kelebihan itu, daripada sibuk menangisi kekurangan yang ada =_=

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: